Wednesday, October 19, 2011

Menulis Hati Hari ini ..

Merasakah apa yang ada di hati ini
Merasakah tangisan yang hadir malam ini
Merasakah kamu disana ?
 
Entah berulang berapa kali,
Episode episode kenangan kita,
Nyata di kepala ini ..
 
Datangnya bersama mata yang terpejam
Begitu jelas terulang kembali


Merasakah ?

Masih adakah terselip sedikit namaku?
Ataukah sudah lenyap tak berbegas
Walau hanya sekedar nama ?
 
Tolong pahami hari ini
Hari ini saja..
 
Hati ini terluka parah
Karena mengenalmu ..
Karenamu .. !

Sebelas Sebelas Sebelas

Merangkai kata, Mengulang cerita ...

Dalam cerita tentang hati, semua bisa saja terjadi.. apapun itu. ketika bicara rasa dan hati tak ada kata salah atau benar. tak ada yang mengatur dan bisa menebak, bahkan menyelusuri bagaimana datangnya sebuah rasa ..
Kisah ini sebenarnya cerita lanjutan dari sebuah kisah lama yang sudah berdebu dan tak layak untuk dibuka kembali, karena debunya bisa membuat sakit, benar kaaan ? ;)
Kalau yang lalu adalah sebuah cerita sebenar benarnya, kali ini cerita yang dibuat sekhayal khayalnya, aneeh ? Namanya juga bicara rasa, atas sebuah keinginan .. Boleh lah yaa

.Ingin kembali mengulang, kembali di tanggal dan bulan yang sama, di tempat yang sama. Aku kembali. Berangkat menuju kota dingin yang selalu membuat jatuh cinta. Memesan travel yang kira kira akan sampai disana sore jelang magrib. Aku sudah duduk manis di kursi kedua ..
Sengaja tak kupejamkan mata ini, kuingin menikmatinya dalam sendiri. Membiarkan pandanganku melayang menyusuri jalanan dengan kuping tersumpal earpon yang berulang menyajikan Edge of desirenya John Mayer.

Lebih cepat dari perkiraanku, sekitar jam setengah 5 aku sudah sampai di kota cantik itu. Jalanan seperti bersahabat denganku, tak seperti biasanya yang selalu macet membuat lama perjalanan tak bisa di prediksi ..

Sampai di pool travel, aku bergegas mencari taxi, dan menuju tempat yang selalu terbayang beberapa tahun ini saat melalui jalanannya. Tak begitu waktu lama, aku segera sampai di sebuah resto makanan Italia.

Kutarik napasku dalam dalam, sekedar menenangkan diri. Entah untuk apa aku merasa berdebar, padahal tak ada siapa siapa yang menungguku disana ..

Kubuka pintu dan terasa hawa dingin menyentuh pipiku lembut. Ku coba tenangkan diri sambil menyapukan pandangan mencari tempat duduk yang telah kuhapal betul dimana. Berharap kosong. Dan saat pelayan resto tersebut menyapaku, aku segera minta untuk duduk di tempat yang kumau.

Rasa yang sama saat duduk disini, ku raba mejanya dan seperti baru kemarin aku disini. Sapaan sang pelayan cantik membuyarkan debar yang terasa. Setelah ku sampaikan apa yang akan aku ingin makan dan minum disini, dia pergi berlalu. Tak banyak ku pesan, hanya secangkir hot tea dan beef bruschetta. Sama seperti dulu ..

Duduk sendiri disini, kuedarkan pandanganku memperhatikan orang orang di sekitarku. Beberapa orang ada sedang ramai berceloteh riang bersama teman temannya, ada juga yang seperti sedang membahas pekerjaan bersama kliennya, dan disudut sana ada sepasang anak SMA yang sedang malu malu saling tatap, tanpa sadar aku tersenyum, senyum tulus dari hati, disaat hati ini sedang tak tentu merindukan sebuah kenangan.

Setelah pesanan hangatku datang, ku hirup sedikit teh yang masih mengepul hangat. Sambil menikmati kenangan kenangan yang tampak lebih lincah menari nari dipikiran dan hati. Mengurutkan setiap kata dan sikap yang ada diantara kita. Yaah, kamu dan aku. Tentang waktu yang akhirnya mempertemukan kita setelah bertahun tahun tak pernah ku tau wangi dan sosokmu.

Bagaimana kita saling tatap pertama kali, bagaimana kita saling bersalaman, yang dulu menurut aku aneh rasanya, sudah lama saling mengenal tapi baru berkenalan lagi. Bagaimana kita merasakan nervous saat waktu akan bertemu tiba. Dan saat akhirnya aku sangat menikmati saat saat bersamamu. Merasakan indahnya hari itu. Kamu dan aku saja ..

Dan gerimis di mataku pun turun, menemaniku minum teh di sore itu.

Dulu tawa ceria yang menghiasi tanggal hari ini, beberapa tahun yang lalu. Sungguh..! Aku kangen kamu.

Masih terbayang jelas saat kita menyusuri jalan itu, saat kamu akan mengantarku pulang, ada waktu yang dimana ingin kita hentikan agar bisa lebih lama lagi bersama. Tak pernah ku lupa setiap detiknya bersamamu ..

Kenangan bermain main di kepalaku, airmataku pun sudah menetes beberapa kali, teh ku yang tadi hangat kini sudah dingin tak enak, tak ku sentuh sedikit pun bruschetta yang telah kupesan tadi. Dan kenapa juga lagu lagu yang di putar disini ingin menambah kesedihan hati yang terasa sore ini.

Tak kusalahkan siapa siapa, karena aku sendiri yang menghampiri kenangan, aku sendiri yang dengan sadar ingin menikmati kesedihan ini, aku sendiri yang mencari sakit dan sedih hati ini.

Aku hanya ingin mengulangnya, walaupun sendiri ..

Merasa sudah cukup lama ada disini, menghadiri perayaan hari ini, walaupun sendiri. Aku memutuskan untuk pulang.

Tiba tiba aku dikejutkan dengan tepukan ringan pada bahuku. Secara spontan aku menoleh dan menatap wajah yang sejak tadi hadir nya hanya berupa bayangan yang kuinginkan hadir untuk sama sama di dalam perayaan hari ini.

Sekarang sudah ada di hadapanku. Entah perlu beberapa detik untuk membuat ku sadar akan nyatanya sosok di hadapanku sekarang. Duduk di tempat yang sama beberapa tahun yang lalu..

Kami hanya diam di tempat kami masing masing, tertegun dengan keadaan ini. Saling menatap sampai akhirnya sebuah sapaan menegurku dari lamunan. Sapaan kebiasaan kami ..

" Hei .."

Dan di lanjutkan dengan perbinjangan yang masih tampak aneh, karena sekian bulan kami tidak bertegur "Hei" ala kami ..

Dia memesan minuman yang sama dengan beberapa tahun yang lalu, di tanggal dan bulan yang sama. Milkshake strawberry, dan akhirnya dia juga yang melahap si bruschetta yang tampak tak enak karena sudah beku oleh dinginnya ac di ruangan ini.

Dalam bicara kami berdua, akhirnya ku tau dia sengaja singgah di kota ini sama sepertiku, hanya ingin melihat dan merasakannya hari ini. Walau sendiri.

Dia berkisah, kalau tadi dia sempat kecewa saat masuk kedalam resto ini dan melihat kursi yang dia inginkan sudah ada yang menempati. Dan di sampaikan oleh mbak cantik yang melayaniku tadi, katanya.. Kenapa hari ini ada dua orang yang ingin duduk di kursi yang sama. Lantas dia langsung menghampiri dan meyadari kalo yang duduk disana adalah aku.

Setelah dia habiskan minumannya, dia mengajakku untuk pergi dari resto italia ini. Entah kemana, aku hanya mengikuti saja ..

Kenangan itu terulang lagi, kami meyusuri jalan yang sama. Seperti tanggal dan bulan yang sama beberapa tahun yang lalu. Melewatinya dengan keadaan yang berbeda dan mungkin dengan rasa yang tak juga sama.

Tak pernah ku tau, sampai kapan kami bisa mengulang dan menjalani keadaan ini. Kami berdua saling sayang, saling menghargai kenangan kami berdua. Walau kami sudah memiliki kehidupan kami masing masing.

Kami bertemu bukan di sengaja untuk menciptakan kenangan lagi, kami disini bersama atas besarnya rasa indah yang sangat aku hargai dan aku selalu simpan walau sampai berdebu dan tua.

Biarlah kami yang tau, kami yang rasa. Mungkin saja ini hanya rasaku. Tapi pertemuan tadi telah menunjukan bahwa dia juga menghargai indahnya kami. Merasakan sebuah rindu kenangan. Walau hanya untuk hari ini ..

Tanggal yang sama dan bulan yang sama di tahun yang berbeda. Semoga tak pernah sengaja di lupakan.


Monday, October 17, 2011

17 October 2011.

Ketika waktu merubah semua
Kadang hati masih mencoba ingkari
Saat merasa segalanya akan pergi..

Mencoba mencari alasan di hati
Mengoyak rasa yang sebenarnya sudah terasa yakin.
Bahwa yang dulu sudah tak berarti ..

Tapi detik ini, 
Mencoba bicara jujur pada diri
Dalam gelap dan heningnya ruangan ini
Suara di hati terasa nyaring berteriak

Dia sudah pergi
Tinggalkan semua kenangan
Lenyapkan semua janji 
Melenggang tanpa mau menoleh lagi..

Baik..,
Aku mengerti,

Mencoba pahami ..
Tak kan ku usik lagi
Karna segalanya telah hilang tak berbekas
Pun airmata yang akan menjadi yang terakhir malam ini..

Pergilah,
Karena ini sudah waktunya ...
Waktunya aku memahami ..