Wednesday, July 14, 2010

" Sekedar tulisan "

Memulai sebuah pernikahan selayaknya sudah memiliki kedewasaan hati, pola pikir dan kedewasaan memahami hidup. Menikah bukan hanya mencari kebahagiaan semata, tapi bersama sama menuju surga-Nya. Kenapa tiba tiba menulis tentang ini, semuanya karena cerita yang dibawaoleh seseorang.. Menikah bukan hal mudah atau hal sulit, tinggal bagaimana kita mengolah supaya semuanya bisa nyaman dengan perubahan dari sendiri menjadi berdua. Menyatukan dua pola pikir menjadi satu pemikiran, atau berbagi tempat yang hanya satu untuk dipakai berdua.Berlomba lomba memberi kebahagiaan lahir dan bathin bagi pasangannya..

Sepertinya kok berat ya isi tulisan ini..? hehehehee.. tapi mungkin juga tidak berat, kita terusin yaa..Satu kisah yang membuat kening ku berkerut parah, berbagai pertanyaan yang mengusik di kepala. Kok bisa yaa? kok ga ngerti ya? aneh banget yaa..?

Saat ijab kabul terucap, artinya kita memiliki 4 orangtua, dan tanggung jawab berpindah untuk seorang istri kepada suaminya. Walaupun orangtua akan selalu mengawasi kenyamanan hidup anaknya setelah menikah, bukan berarti kita seenaknya memanfaatkan situasi tersebut, apalagi meminta lebih karena situasi tersebut.

OOhh God ! bukan saatnya lagi kita meminta dan merongrong orang tua, memakai kata realistis untuk kenyamanan hidup baru berumah tangga. Kemanakah perginya rasa malu? kemanakah tanggung jawab seorang anak pada kedua orangtuanya? orang tua tak pernah meminta bahkan selalu memberi.. Masih punyakah rasa hutang budi seorang anak kepada kedua orangtuanya? walaupun ORANGTUA TIDAK PERNAH MEMINTA !

Sudah selayaknya, kita membuka mata dan hati untuk mensyukuri keadaan yang kita punya, berpikir dan mengatur hidup baru kita dengan kemampuan kita, bukan malah meminta minta pada orangtua.Semoga kita dijauhi sifat dan sikap seperti itu..

Tulisan ini hanya sebuah luapan rasa tidak suka dengan sikap seseorang yang tega memperlakukan orangtuanya sedemikian naifnya..

Berniat membahagiakan istri tapi menyakiti kedua orangtuanya, alih alih ingin membuat bangga orangtuanya agar tidak malu pada mertua, tapi menggunakan milik orangtua. Semoga segera dibukakan pintu kesadarannya., amin!

Cukuplah sudah orangtua menghidupi kita,cukuplah kita membebani pikirannya. kini saatnya kita membahagiakan orangtua dengan kemampuan yang kita miliki. Tak banyak yang mereka minta, kasih sayang, perhatian dan cinta yang tulus dari anak anaknya..

*mohon maaf jika tulisan ini mengganggu yaa*

Saturday, July 3, 2010

kembalinya diri ..

Tersesat dalam ringkuhnya hati,
Tercekat atas segala yang dirasa,
Apa ini..
Mengapa begini ..

Kembalikan hati pada tulusnya jiwa
Biarkan keresahan menguap jauh
Terbang dibawa angin bersama daun sendiri

Kepada diri berbicara
Jangan biarkan keangkuhan mengelilingi hati
Biarkan kelembutan menopang segala yang ada
Memenuhi ruang hati yang bercahaya..

Kepada diri mengetuk janji
Mengubah segala pahit jadikan manis
Merombak puing menjadi utuh
Membangunkan asa yang tertidur lama

Baca hati,
Buka hati,
Dengarkan hati.
Selalu pada jalan keindahan yang benar
Penuh harap ..


3 june 2010, 22.22
@ home !

Friday, July 2, 2010

Pada mimpi semalam ..

mimpi semalam aneh,hadirnya sebentar, tak terasa rasanya..tapi membekasnya lama.
kenapa bisa tiba tiba mimpi sesuatu, hmmm sebuah, ehmm.. okey seseorang..!
HHuuh.., ga pernah mikirin dan lama ga pernah bertemu.
lalu, kenapa bertemu lewat mimpi..

Ada apa dengan dia ya?
kenapa hadirnya membuat sensasi dalam mimpi?

pertanyaan tak kan terjawab !

Mencubit sedikit otak dan hati,
menyisakan tanda biru
berkepanjangan..

Ahh, kamu !
kunikmati saja linu kenangan ini,
semoga beberapa hari akan segera hilang,
seperti biru saat terhantuk meja..

Tak perlu obat,
Hanya perlu bersahabat dengan hati dan otak..
(maaf, mengutip kata dari seseorang)



3 july 2010, 12.45
@starbucks summarecon