Wednesday, April 21, 2010

kepada Allah ku..

Menggapai asa yang datang,
Besar berharap,
Direstui oleh sang pencipta,
Memohon kuasa-Nya...

Menapaki satu satu jalan didepan
Dengan langkah panjang penuh asa
Diiringi semburat hati penuh ikhlas dan pasrah
Menggantungkan harapan pada-Nya...

Ya pemilik segala,
Kami mohon restu-Mu..
Untuk segala yang kami jalani saat ini..

Apapun menurut-Mu,
Kami terima tanpa mengeluh..
karena kami sepenuhnya percaya pada-Mu..

Aku sayaaaang sekali pada-Mu...
Tuhanku ..

♥u♥u♥u♥u♥u♥u♥u♥u♥u♥u♥u♥u♥u♥u♥u♥u♥u♥u♥u♥u♥u♥u♥u♥u♥u♥u♥u♥u♥u♥u♥u♥u♥u♥u♥u♥u

ternyata bukan aku,.

Menjauh dari segala resah
Menjauh dari semua mimpi
Menjauh darimu..

Karena ku mulai merasa
Yang terjadi ini
Bukan sebenernya untukku..

Menjauh dari indahnya rasa
Yang terlanjur ada
Menjauh dari galaunya hati

Ku merasa kenyataan ini bukan
tertuju pada hati ini
Ternyata ...
Yaa.. Bukan untuk aku,
Itu yang sebenarnya..

Tuesday, April 20, 2010

rasa sejenak..

Rasa ini melekat lama
Seharusnya tak selama ini..

Rasa ini datangnya begitu cepat
Tanpa permisi hadir lagi..
Berikan sejumput senang dan gelisah bersamaan..

Pergilah rasa,
Tempatmu bukan disini..
Tak ada ruang lagi untuk rasamu..

Pergilah jauh,
Jika memang ingin singgah,
Jangan terlalu berdiam lama..

Tak baik untukku
Tak baik untuk hati
Tak baik untuk senyum yang tercipta karena rasamu..

Aku takut kedatanganmu
Menyulitkanku untuk biarkan kau pergi lagi..

cerita yang lalu ...

Tak perlu takut untuk mengenang
Tak perlu menghindari kenangan indah yang menggumpal di benak..

Biarkan dia ada,
Mengalun pelan bagai lagu masa lalu
Mengalir indah dalam setiap bagiannya..

Rasakan saja hadirnya
Biar senyum yang menunjukan hati yang merasa
Biar rasa yang akhirnya melewatinya..

Kenangan akan tetap ada,
Sekeras apapun menghindarinya
Dia akan selalu ada..

Rasakan saja indahnya..
Menutup mata, menikmati angin indahnya..
Membiarkan hati yang bicara..

Aku suka kenangan...!

Monday, April 19, 2010

cerita hati ..

Masa lalu akan tetap jadi masa lalu,
kalaupun saatnya mengingat bukan utk apa apa..
Hanya sedang ingin mengenang..
Hanya kebetulan terlintas..
Hanya diberi kesempatan untuk mengulang pada pikiran,

Kenangan ini
Terlalu sering berulang,
Terlalu sulit dilupa,
Terlalu indah untuk terulang..

Cukup,
Sampai di waktu itu saja
Tak berlanjut pada waktu sekarang..

Saat ini hanya hati yang merasa mengingat,
Saat ini hanya rasa yang membentur pikiran,
Untuk mengulang merasa indah masa lalu..

Hari ini..
Kesepian tidak terlalu terasa
Karena ditemani masa lalu
Ternyata menyenangkan berbincang dengan masa lalu..

Terimakasih untuk indahnya saat itu..


19 April 2010, malam !

Saturday, April 17, 2010

sesuatu yang menggumpal di benak...

Tiba tiba ingin menulis..
Dalam keramaian malam ini, suara suara banyak manusia, suara musik yang mengalun indah kadang sedikit menghentak..
Begitu banyak ragam gaya, bicara, busana polah tingkah banyak manusia disini.

Aku duduk dalam diam, berkecamuk segala pikiran dalam jiwa..
Allah kekasihku, jangan pernah biarkan aku menjauh dari-Mu,
teruslah beri kedekatan hati dan iman ini pada-Mu Ya pemilik jiwa..

Aku takut sendirian, aku takut lepas tanpa bisa mengendalikan..
Temani aku Ya Allah..

Aku lemah dalam galaunya pikiran penuh rasa iri,
Aku lelah menerima kesakit hatian yang seharusnya tak perlu ada..
Aku menyerah, lelah, tak sedikitpun yang tersisa ...

Aku harus apa Ya Allah..?

Thursday, April 15, 2010

Sebelas - sebelas



Hari ini, hari yang sangat special banget buat gue. 
Gilaaa.. !Setelah tiga tahun akhirnya gue ama dia bisa ketemuan juga. Setelah selama ini cuma kenal dan bicara lewat telephone dan sms’an aja, tapi hari ini akhirnya gue ama dia bisa saling lihat dan menatap…! 
Aneh, tapi gue mencoba menikmatinya. 

Kemarin gue ama dia sms`an dan memutuskan dengan nekad kalo kita akan ketemuan setelah gue tiba di Bandung. Sebenarnya bukan tidak pernah kita rencanakan untuk saling ketemu, entah sudah beberapa puluh kali rencana hanya tinggal rencana. 
Baru hari ini bisa kesampean..

Begitu gue sampai di Bandung, sekitar jam 5 sore gue langsung sms dia, dan dia langsung membalas dengan menelephone gue. Sia nanya gue ada di daerah mana. Setelah gue kasih tau, dia memutuskan untuk ketemuan di pizza hut di daerah buah batu. Saat itu dia masih di bengkel di daerah Supratman, yang tidak terlalu jauh dari situ. Karena posisi gue lebih dekat, gue sampai duluan di pizza hut.

Hujan turun deras sore november itu... 
Sambil menunggu, gue pesen minuman dan cemilan seadanya, maksud gue pesen yang lain kalo dia udah datang aja. Beberapa kali dia menelephone dan sms gue saat dia masih dijalan menuju tempat gue nunggu, dia bilang dia nervous mau ketemu sama gue dan gue juga bilang, kalo gue sama nervousnya sama dia hahaha...  Lucu ! 


Saat dia menelephone dan bilang kalo dia udah sampe dan sedang parkirin mobilnya, rasanya badan gue semakin panas dingin. Dia tanya gue pake baju apa, karena dia bilang dia takut lupa wajah gue, karena dia baru liat gue hanya di foto undangan,. Setelah gue kasih tau, gue pake baju warna apa, tiba tiba dia udah ada disamping gue dengan baju warna hijau terang dan handphone yang masih menempel di telinganya.

Sesaat kita saling diam dan menatap, dan tiba tiba dia menjulurkan tangannya mengajak berjabat tangan, dia menyebutkan namanya, seolah kita memang baru saling kenal. Kita tertawa terbahak bersama, menertawakan sikap kita berdua yang aneh. Akhirnya suasana menjadi lebih rileks dan nyaman. Dia duduk berhadapan dengan gue dan kita berdua sama sama tersenyum geli karena ga pernah nyangka kalo bisa bertemu langsung seperti saat ini. Gue minta dia pesan minuman dan makanan, tapi dia hanya pesan minum dan ikutan makan cemilan yang gue pesan sebelum dia datang. Dan beberapa kali dia bilang, “ Gila yaa.. Gilaa yaa.. !”

Dan disana kita menelephone seorang teman. Obhunz namanya. By the way obhunz itu yang mengenalkan kita berdua melalui telephone, tepatnya bukan mengenalkan, tapi waktu itu, pada saat Obhunz sedang menelephone gue. Dia menarik handphone Obhunz dan memaksa untuk ngomong dengan gue dan itulah awal perkenalan gue dengan dia. Obhunz juga yang tau, kalo kita dari dulu pengen ketemu tapi ga pernah kesampean. Dan saat gue dan dia menelephone obhunz, obhunz teriak teriak kaget dan beberapa kali terucap kalimat, “ kok bisa ? kok bisa ??? “ 
Kita berdua Cuma bisa ketawa ketawa penuh misteri dan akhirnya Obhunz hanya bisa bilang 
“ Enjoy your time guys… “

Setelah minuman dan cemilan kita habis, kita berdua merencanakan mau kemana setelah ini. Lalu gue bilang kalo gue pengen nyari celana pendek, karena gue ga bawa dari jakarta. kita mampir di factory outlet di daerah jalan riau, disana bebrapa kali dia mencuri untuk menatap gue, setelah keliling melihat lihat dan dia juga berusaha ngebantuin gue nyari celana pendek dan setelah dapet, kita keluar dari factory outlet Oasis dan menuju parkiran.

Sampai di mobil, dia nanya mau kemana lagi, dan gue bilang, pulang! Disepanjang jalan kita saling tuker cerita dan bercanda ’ala dia, yang selalu saja bisa membuat gue tertawa terpingkal pingkal. Ada saja yang dia ucapkan dan selalu membuat gue tertawa bahagia dan kadang merasa tersanjung. Sebelum pulang, kita mampir ke toko roti Chizz di jalan perintis kemerdekaan, tokonya kecil saja tapi designnya cukup unik dan berkelas dan dia cerita kalo dia suka banget dengan roti roti yang dijual disitu katanya dia, breadtalk aja kalah enaknya dan dia minta gue buat nyoba. 

Di Chizz, saat memilih roti roti keju, karena ngantri kita berdiri menunggu giliran untuk dilayani. Dan disana dia sempat beberapa kali menyentuh pinggang dan bahu gue, dan berdiri menempel sangat dekat dengan gue, dia bilang gue wangi.. dan entah kenapa, gue seneng dia mendekat pada gue! Gue ga tau artinya apa, tapi gue merasa sangat nyaman saat dekat dengan dia.

Setelah selesai, kita kembali ke mobil, dan saat di mobil gue membuka kotak rotinya untuk melihat isinya karna takut tertukar, mana yang untuk gue dan mana untuk dia. Dan tiba tiba dia menyalakan lampu mobil, spontan gue bilang ga usah dinyalain lampunya, karena gue masih bisa liat, dan dia langsung jawab, ” Gue nyalain lampu cuma pengen liat muka loe aja kok..” Wuuiiihhh…, rasanya gue mau melayang tinggi!

Dari situ, kita pulang dan melewati beberapa traffic jam, dan dia selalu melambatkan mobilnya jika lampu hijau yang menyala, saat gue tanya kenapa, dia menjawab, kalo kena lampu merah, bisa lebih lama nyampe rumah gue dan dia bisa lebih lama bareng sama gue. Ooh God…! 
Di sepanjang jalan kita mendengarkan lagu ’kejujuran hatinya Kerispatih’ ’teman tapi mesranya Ratu’ ’Pulanglah padanya jikustik’ yang katanya dia, lirik lagunya menceritakan gue ama dia bangeeeet, hehehe..

Dan dia juga cerita, kalo dia pernah beberapa kali mencoba menyimpan lagu ’seperti yang kau mintanya Chrisye’ di music player hp nya, tapi selalu gagal, dia bilang ” mungkin itu tanda kalo gue ga boleh inget inget loe lagi yaa..”. Sungguh! Pada saat dimobil, gue merasa waktu berjalan sangat cepat, jujur saja gue juga merasa berat mengakhiri hari ini, tanggal sebelas bulan sebelas. 

Dan setelah hampir sampai di dekat rumah gue, dia bilang “rumah loe yang pager putih kan?” 
Dia mengaku kalau dia pernah mencari rumah gue, tapi hanya sekedar mengamati. Setelah sampai di depan rumah gue, dan gue pamit mau turun dari mobil, cukup lama dia mencoba memperlambat gue turun dari mobil, sampai akhirnya terucap dari dia `Yaa udahan.., but thanks banget ya, loe udah mau ketemu gue...`. Kata dia sambil menatap mata gue cukup lama. Ingin rasanya gue peluk dia saat itu..

Malam itu, saat saat tersulit untuk gue, gue harus melupakan semua yang udah terjadi, dan berusaha menganggap kalau kejadian ini, bukan kejadian luar biasa, tapi sulit..! Apalagi dia masih melanjutkan obrolan melalui telphone berjam jam malam itu. Dia bilang, mata gue bagus dan dia juga cerita kalau wangi parfum gue masih tertinggal di mobilnya. Entah kenapa, gue begitu tersanjung mendengarnya...

Keesokan paginya, gue masih saja di buat bahagia oleh dia. Jam 7 pagi, seorang tukang bunga, mengantarkan serangkaian bunga mawar merah untuk gue, saat gue lihat pengirimnya, terulis disitu ”Welcome to Bandung.” jujur, gue seneng dan sangat bahagiaaaa! Sepanjang hari itu, dia menelephone gue berkali kali dan masih saja saling mengingat ingat kejadian semalam.

Terimakasih untuk semua kebaikan, kesabaran, dan semua waktu, detik, menit, jam, yang loe habiskan untuk nemenin gue... Terimakasih, untuk berpuluh puluh bunga yang pernah loe kirim untuk gue. Semua akan selalu jadi kenangan terindah dalam hidup gue, dan akan selalu jadi bagian terbaik dalam hidup gue. Thanks, karena sudah menjadikan gue salah satu teman terbaik loe. Gue seneng punya teman `sekacau` elo..

Sepertinya cerita ini harus selesai sampai disini, , karena gue berharap untuk melupakan semuanya, S E M U A N Y A ! Gue akan salah dan semakin merasa kehilangan kalau meneruskan semua ini. Sulit memang, ga gampang ngelupain semuanya. banyak yang masih teringat jelas, semua terasa menyenangkan selama berteman dengannya. Satu hal lagi, kisah ini, tak akan pernah berlanjut, karena kami sudah memiliki kehidupan yang baru...

Siapa yang butuh MATAHARI dari langit, jika terang benderang memulas hati tebal tebal. Semendung apapun, dunia terasa cerah jika sinar sinar berpijar di sekujur tubuh
Terimakasih karena pernah menjadi matahari buat gue...

Thank for everything,
You make my life so wonderfull and always full colour!
 



cerita gue ...



… Ternyata kita memang gaib, waktu yang kita pungut cuma pegangan, menghantar ke kehampaan, setelah mengira, mengerti begitu banyak. Dalam gelap, tak bisa kuterka dirimu, merapat padaku kah, atau menjauh bersama waktu …

Gue tau, semua akan terulang, semua akan kembali terbayang, setelah gue membaca “buku lama” yang seharusnya tidak perlu dan tidak boleh dibuka lagi. Tapi ga tau kenapa, gue sangat ingin membuka dan mencoba me’review kembali semua yang pernah terjadi. Semua yang pernah teralami pada kehidupan gue. Satu buku yang membawa cerita yang semestinya sudah harus dilupakan dan ditutup rapat rapat. Tapi, justru gue dengan sengaja dan dalam kesadaran penuh malah berusaha mengurutkan satu persatu, saat saat yang membuat kehidupan gue penuh warna warni indah, sangat indah…

Dan ternyata, disaat saat gue teringat dan gue mengetuk kembali cerita lama itu, gue mendapat jawaban dan sambutan dari dia. Sekitar jam sembilan malam, setelah kita sms’an beberapa kali. Yang dulu terulang kembali, suara dering telphone, di handphone gue pun terdengar begitu sangat indah (ooops). Bayangkan.., dia menelephone gue sejak jam Sembilan malam sampai jam satu pagi lewat, kami berbicara lagi, kami berbincang, bercanda, saling berbagi cerita dan melepas kangen. Semua itu terjadi lagi, setelah hampir tujuh bulan kami tidak pernah berhubungan. Gue sangat sangat merindukan kebahagiaan seperti ini.

Betapa senangnya gue, betapa bahagianya gue! Semua seakan kembali lagi. Gue begitu semangat, dan senyum pun tak pernah lepas dari bibir gue sepanjang dia menelephone gue… Betapa merasa sangat berartinya gue, saat mengetahui dia tidak melupakan semua yang pernah dia lakukan pada gue, semua yang pernah dia ucapkan pada gue. Dia masih mengingatnya dengan jelas…

Gue begitu senang, setiap kali dia mengulang menceritakan bagaimana kecewanya dia, saat menerima undangan pernikahan dari gue. Dia bilang, kalau lagu Glenn Fredly yang berjudul Cerita Cinta itu, lagu dia banget..! Dia cerita, pada waktu dia menerima undangan pernikahan gue itu, dia baru bangun dari tidur dan melihat di meja telephone ada undangan berwarna merah marun, dan sedikit heran, karena undangan itu ditujukan untuk dia. Dan dia lebih terkejut lagi begitu tau, kalau undangan itu adalah undangan pernikahan gue. Dia bilang, kenapa dia harus lihat wajah gue diundangan.

Saat itu, dia langsung menelephone gue, dan mengatakan kekecewaannya dengan hadirnya undangan pernikahan gue. Dia juga beberapa kali sms gue dan berulang kali menulis sms “ Gue sebel sama loe ”. Dia bilang, dia ga siap karena sedikitpun gue ga pernah menceritakan rencana pernikahan gue, selama dia menelephone gue. Jujur saja, gue ga berani menceritakan rencana pernikahan gue, karena gue takut dia ga mau lagi berteman dengan gue, gue ga mau kehilangan saat saat yang selalu membuat gue bahagia akan pergi. Dia sangat detail mengingat semuanya dan menceritakannya pada gue kembali hari itu.

Dan saat dia mengingat kalau gue menolak dia, karena gue tidak pernah percaya dengan semua yang dia katakan pada gue. Gue jadi teringat, saat kesekian kalinya dia bilang pada gue, kalau dia sayang gue, walaupun kita berdua belum pernah bertemu. Saat itu gue menerima telp dia tengah malam, dia menelephone di ruangan kerja bokapnya di rumahnya. Saat itu dia tampak gugup dan salah tingkah sendiri, terdengar membolak balik majalah yang katanya memang sedang dia pegang.

Jujur saja, setelah beberapa bulan ini, gue merasakan begitu sulitnya menjalani kehidupan baru dan merasa kalau kebahagiaan sudah sangat menjauh dari hidup gue, tiba tiba dia datang lagi, membawa kebahagiaan untuk gue dan tanpa ragu gue merasa yakin, kehadiran dia mampu membuat hidup gue menjadi lebih indah, penuh warna dan penuh tawa.

Gue ga mungkin lupa semuanya, segalanya, karena dia selalu membuat gue tertawa, bahagia! Gue tau, ini ga akan terjadi setiap hari, untuk itu gue sangat sangat menikmati setiap detiknya, menitnya hingga empat jam berlalu tanpa terasa. Terimakasih Ya Allah, untuk semua karuniaMu hari itu, sepanjang malam itu, terimakasih. Gue bahagia, gue menghargai segala kenangan gue bersamanya, detik detik kunikmati dalam tawa…Thanks sudah membuat hari hari dalam hidup gue lebih berwarna, walau hanya sebentar, tapi selalu penuh makna.

Kenangan menghampar luas di benak, mengajak masuk, bermain main, larut, membaur dengan suka duka didalamnya. Betapa beragam peristiwa yang dialami manusia. Betapa kompleks liku liku pada diri satu manusia saja : k I k i
Baikkah mengenang ngenang masa lalu? Gue ga tau, gue tertarik saja kesana, mendapatkan lagi banyak rasa, yang sempat kulupa. Bayang bayang berseliweran dalam benak gue, memenuhi gue, menyebar cepat…

Karena semuanya indah dan pantas untuk selalu dikenang…

Allah kekasihku..

Dalam malu aku bersimpuh pada-Mu ya pemilik hidup
Bertumpuk sudah segala dosa dalam diri
Telah lama tak kunikmati suara adzan dengan sepenuh jiwa
Kuanggap hanya sebuah panggilan sholat tanpa ku maknai segala arti yang tersipan didalamnya..
Aku mohon ampun Ya Allah..
Ampuni aku Yang Kuasa,
Tak henti jiwa ini sesali yang telah terlanjur terasa
Berkurang dzikir dalam setiap hembusan nafasku,
Berkurang doa dalam setiap sujudku,
Berkurang iman ini dalam setiap langkah hidupku
Ya Allah, aku mohon ampun..

Merugi adalah rasa yang kurasa saat ini,
Menyesali kekosongan jiwa yang sempat terasa,
Ampuni aku Ya Allah..

Dalam rendahnya diri,
Dalam tunduk sujudku,
Dalam diamku saat ini,
Dalam tangis yang tak henti,
Kutanamkan niat imanku pada-Mu
Kujaga dan akan terus kusempurnakan ibadahku..

ampuni hamba Ya Allah..


*Dalam malam 1504l2010*