Thursday, April 15, 2010

Sebelas - sebelas



Hari ini, hari yang sangat special banget buat gue. 
Gilaaa.. !Setelah tiga tahun akhirnya gue ama dia bisa ketemuan juga. Setelah selama ini cuma kenal dan bicara lewat telephone dan sms’an aja, tapi hari ini akhirnya gue ama dia bisa saling lihat dan menatap…! 
Aneh, tapi gue mencoba menikmatinya. 

Kemarin gue ama dia sms`an dan memutuskan dengan nekad kalo kita akan ketemuan setelah gue tiba di Bandung. Sebenarnya bukan tidak pernah kita rencanakan untuk saling ketemu, entah sudah beberapa puluh kali rencana hanya tinggal rencana. 
Baru hari ini bisa kesampean..

Begitu gue sampai di Bandung, sekitar jam 5 sore gue langsung sms dia, dan dia langsung membalas dengan menelephone gue. Sia nanya gue ada di daerah mana. Setelah gue kasih tau, dia memutuskan untuk ketemuan di pizza hut di daerah buah batu. Saat itu dia masih di bengkel di daerah Supratman, yang tidak terlalu jauh dari situ. Karena posisi gue lebih dekat, gue sampai duluan di pizza hut.

Hujan turun deras sore november itu... 
Sambil menunggu, gue pesen minuman dan cemilan seadanya, maksud gue pesen yang lain kalo dia udah datang aja. Beberapa kali dia menelephone dan sms gue saat dia masih dijalan menuju tempat gue nunggu, dia bilang dia nervous mau ketemu sama gue dan gue juga bilang, kalo gue sama nervousnya sama dia hahaha...  Lucu ! 


Saat dia menelephone dan bilang kalo dia udah sampe dan sedang parkirin mobilnya, rasanya badan gue semakin panas dingin. Dia tanya gue pake baju apa, karena dia bilang dia takut lupa wajah gue, karena dia baru liat gue hanya di foto undangan,. Setelah gue kasih tau, gue pake baju warna apa, tiba tiba dia udah ada disamping gue dengan baju warna hijau terang dan handphone yang masih menempel di telinganya.

Sesaat kita saling diam dan menatap, dan tiba tiba dia menjulurkan tangannya mengajak berjabat tangan, dia menyebutkan namanya, seolah kita memang baru saling kenal. Kita tertawa terbahak bersama, menertawakan sikap kita berdua yang aneh. Akhirnya suasana menjadi lebih rileks dan nyaman. Dia duduk berhadapan dengan gue dan kita berdua sama sama tersenyum geli karena ga pernah nyangka kalo bisa bertemu langsung seperti saat ini. Gue minta dia pesan minuman dan makanan, tapi dia hanya pesan minum dan ikutan makan cemilan yang gue pesan sebelum dia datang. Dan beberapa kali dia bilang, “ Gila yaa.. Gilaa yaa.. !”

Dan disana kita menelephone seorang teman. Obhunz namanya. By the way obhunz itu yang mengenalkan kita berdua melalui telephone, tepatnya bukan mengenalkan, tapi waktu itu, pada saat Obhunz sedang menelephone gue. Dia menarik handphone Obhunz dan memaksa untuk ngomong dengan gue dan itulah awal perkenalan gue dengan dia. Obhunz juga yang tau, kalo kita dari dulu pengen ketemu tapi ga pernah kesampean. Dan saat gue dan dia menelephone obhunz, obhunz teriak teriak kaget dan beberapa kali terucap kalimat, “ kok bisa ? kok bisa ??? “ 
Kita berdua Cuma bisa ketawa ketawa penuh misteri dan akhirnya Obhunz hanya bisa bilang 
“ Enjoy your time guys… “

Setelah minuman dan cemilan kita habis, kita berdua merencanakan mau kemana setelah ini. Lalu gue bilang kalo gue pengen nyari celana pendek, karena gue ga bawa dari jakarta. kita mampir di factory outlet di daerah jalan riau, disana bebrapa kali dia mencuri untuk menatap gue, setelah keliling melihat lihat dan dia juga berusaha ngebantuin gue nyari celana pendek dan setelah dapet, kita keluar dari factory outlet Oasis dan menuju parkiran.

Sampai di mobil, dia nanya mau kemana lagi, dan gue bilang, pulang! Disepanjang jalan kita saling tuker cerita dan bercanda ’ala dia, yang selalu saja bisa membuat gue tertawa terpingkal pingkal. Ada saja yang dia ucapkan dan selalu membuat gue tertawa bahagia dan kadang merasa tersanjung. Sebelum pulang, kita mampir ke toko roti Chizz di jalan perintis kemerdekaan, tokonya kecil saja tapi designnya cukup unik dan berkelas dan dia cerita kalo dia suka banget dengan roti roti yang dijual disitu katanya dia, breadtalk aja kalah enaknya dan dia minta gue buat nyoba. 

Di Chizz, saat memilih roti roti keju, karena ngantri kita berdiri menunggu giliran untuk dilayani. Dan disana dia sempat beberapa kali menyentuh pinggang dan bahu gue, dan berdiri menempel sangat dekat dengan gue, dia bilang gue wangi.. dan entah kenapa, gue seneng dia mendekat pada gue! Gue ga tau artinya apa, tapi gue merasa sangat nyaman saat dekat dengan dia.

Setelah selesai, kita kembali ke mobil, dan saat di mobil gue membuka kotak rotinya untuk melihat isinya karna takut tertukar, mana yang untuk gue dan mana untuk dia. Dan tiba tiba dia menyalakan lampu mobil, spontan gue bilang ga usah dinyalain lampunya, karena gue masih bisa liat, dan dia langsung jawab, ” Gue nyalain lampu cuma pengen liat muka loe aja kok..” Wuuiiihhh…, rasanya gue mau melayang tinggi!

Dari situ, kita pulang dan melewati beberapa traffic jam, dan dia selalu melambatkan mobilnya jika lampu hijau yang menyala, saat gue tanya kenapa, dia menjawab, kalo kena lampu merah, bisa lebih lama nyampe rumah gue dan dia bisa lebih lama bareng sama gue. Ooh God…! 
Di sepanjang jalan kita mendengarkan lagu ’kejujuran hatinya Kerispatih’ ’teman tapi mesranya Ratu’ ’Pulanglah padanya jikustik’ yang katanya dia, lirik lagunya menceritakan gue ama dia bangeeeet, hehehe..

Dan dia juga cerita, kalo dia pernah beberapa kali mencoba menyimpan lagu ’seperti yang kau mintanya Chrisye’ di music player hp nya, tapi selalu gagal, dia bilang ” mungkin itu tanda kalo gue ga boleh inget inget loe lagi yaa..”. Sungguh! Pada saat dimobil, gue merasa waktu berjalan sangat cepat, jujur saja gue juga merasa berat mengakhiri hari ini, tanggal sebelas bulan sebelas. 

Dan setelah hampir sampai di dekat rumah gue, dia bilang “rumah loe yang pager putih kan?” 
Dia mengaku kalau dia pernah mencari rumah gue, tapi hanya sekedar mengamati. Setelah sampai di depan rumah gue, dan gue pamit mau turun dari mobil, cukup lama dia mencoba memperlambat gue turun dari mobil, sampai akhirnya terucap dari dia `Yaa udahan.., but thanks banget ya, loe udah mau ketemu gue...`. Kata dia sambil menatap mata gue cukup lama. Ingin rasanya gue peluk dia saat itu..

Malam itu, saat saat tersulit untuk gue, gue harus melupakan semua yang udah terjadi, dan berusaha menganggap kalau kejadian ini, bukan kejadian luar biasa, tapi sulit..! Apalagi dia masih melanjutkan obrolan melalui telphone berjam jam malam itu. Dia bilang, mata gue bagus dan dia juga cerita kalau wangi parfum gue masih tertinggal di mobilnya. Entah kenapa, gue begitu tersanjung mendengarnya...

Keesokan paginya, gue masih saja di buat bahagia oleh dia. Jam 7 pagi, seorang tukang bunga, mengantarkan serangkaian bunga mawar merah untuk gue, saat gue lihat pengirimnya, terulis disitu ”Welcome to Bandung.” jujur, gue seneng dan sangat bahagiaaaa! Sepanjang hari itu, dia menelephone gue berkali kali dan masih saja saling mengingat ingat kejadian semalam.

Terimakasih untuk semua kebaikan, kesabaran, dan semua waktu, detik, menit, jam, yang loe habiskan untuk nemenin gue... Terimakasih, untuk berpuluh puluh bunga yang pernah loe kirim untuk gue. Semua akan selalu jadi kenangan terindah dalam hidup gue, dan akan selalu jadi bagian terbaik dalam hidup gue. Thanks, karena sudah menjadikan gue salah satu teman terbaik loe. Gue seneng punya teman `sekacau` elo..

Sepertinya cerita ini harus selesai sampai disini, , karena gue berharap untuk melupakan semuanya, S E M U A N Y A ! Gue akan salah dan semakin merasa kehilangan kalau meneruskan semua ini. Sulit memang, ga gampang ngelupain semuanya. banyak yang masih teringat jelas, semua terasa menyenangkan selama berteman dengannya. Satu hal lagi, kisah ini, tak akan pernah berlanjut, karena kami sudah memiliki kehidupan yang baru...

Siapa yang butuh MATAHARI dari langit, jika terang benderang memulas hati tebal tebal. Semendung apapun, dunia terasa cerah jika sinar sinar berpijar di sekujur tubuh
Terimakasih karena pernah menjadi matahari buat gue...

Thank for everything,
You make my life so wonderfull and always full colour!
 



No comments: