Monday, August 13, 2012

Cerita di 12 Agustus 2012

Cerita siang menjelang sore di 12 August 2012 bersama seorang supir blue bird.

Naik taxi seperti biasanya mendapat sapaan dari pak supir, supir itu bernama pak sarip. Tidak terlalu tua, tidak juga terlalu muda.

Sapaan ramah dengan logat khas bandung. Yang langsung kujawab dengan ramah.

Bertanya apakah dia sedang berpuasa atau tidak. Dia menjawab, " insyaAllah teh, sayang ah teh mun teu puasa "

Awal yang menyenangkan, krn siang itu entah kenapa aku sekedar ingin ngobrol, jadi kutanya keluarganya, tentang istri dan anaknya.

Sampai akhirnya dia bertanya kepadaku, sudah memiliki putra/putri berapa ..

Tanpa ragu aku menjawab dan kuselipkan permintaan doa padanya.

Pak Sarip, seseorang yang telah Allah kirim untukku. Tanpa ragu menanggapi jawabanku dengan cara yang sangat sopan.

Teteh cuma kurang minta aja sama Allah, semakin di kencengin mintanya teh. InsyaAllah Allah akan kasih.

Deg ! Mungkin aku tau, itu adalah perkataan yang biasa. Tapi entah kenapa sore itu kalimat itu sangat menyentak hati.

Mungkin di tahap pasrah dan merasa kalo diri ini sudah ikhlas, aku melupakan meminta pada-Nya dengan sungguh sungguh.

Pak Sarip, menghanturkan banyak hampura karena merasa banyak bicara padaku.

Dan dengan mata berkaca, aku ucapkan banyak berterimakasih untuk semua percakapan siang itu.

Percakapan sepanjang dari rumahku menuju salah satu mall di serpong.

Percakapan yang selalu saja meng-agungkan nama-Nya, betapa baiknya DIA. Dan betapa harus bersyukurnya kita.

Percakapan yang mengingatkan kalo sebaik baik penolong hanya Allah semata.

Tak ada yang bisa manusia lakukan selain atas ijin-Nya. Kun fa yakun. Allah lah sang maha penentu ..

Allah maha baik, memintalah apapun pada-Nya. Memintanya dengan sungguh sungguh, dari hati.

Pak Sarip, seorang supir blue bird yang sore itu menjadi guruku. Terimakasih...

Siang jelang sore itu begitu sangat bermakna untuk hati ini.

Tak akan aku lupakan percakapan siang itu,..

Allah memberikan banyak cara untuk mengingatkan kita agar selalu mendekat pada-Nya.

Terimakasih pak Sarip, semoga Allah selalu menjaga hati dan kebaikan bapak :)

No comments: